Anda Pengunjung Ke

Minggu, 17 Maret 2013

Menulis Gagasan Untuk Mendukung Suatu Pendapat Dalam Bentuk Paragraf Argumentatif


Menulis Gagasan Untuk Mendukung Suatu Pendapat
Dalam Dalam Bentuk Paragraf Argumentatif


Indikator:
·      Mendaftar topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentatif;
·      Menyusun kerangka paragraf argumentatif;
·      Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf argumentatif;
·    Menggunakan kata penghubung antarkalimat (oleh karena itu, dengan demikian, oleh sebab itu, dll.) dalam paragraf argumentatif;
·      Menyunting paragraf yang ditulis teman.

A.     Pengertian Paragraf
Paragraf adalah rangkaian kalimat yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan pokok pembahasan dalam sebuah karangan. Dalam paragraf terkandung satu gagasan yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut. Setiap paragraf terdiri dari kalimat utama/ kalimat topik dan kalimat penjelas. Gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Sedangkan gagasan penjelas adalah gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utama.

B.      Syarat-syarat Pembentukan Paragraf
1.       Kesatuan
Setiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok. Fungsi paragraf adalah mengembangkan gagasan pokok tersebut. Kalimat dalam paragraf tersebut harus mendukung gagasan pokok.
2.       Kepaduan
Syarat kedua pengembangan paragraf adalah kepaduan atau koherensi. Satu paragraf dibangun oleh kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Jadi, antarkalimat dalam paragraf harus saling mendukung kalimat yang lain.
3.       Kelengkapan
Satu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat utama.

C.      Jenis-jenis Paragraf Berdasarkan Tujuan
a.       paragraf argumentatif;
b.      paragraf persuasfif;
c.       paragraf ekspositif;
d.      paragraf naratif; dan
e.      paragraf deskriptif.

Paragraf Argumentatif
Paragraf argumentatif  adalah paragraf yang mengemukakan pendapat/ ide/ gagasan, alasan, contoh, dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. Tujuan paragraf argumentatif adalah untuk meyakinkan pembaca agar pembaca yakin bahwa pendapat/ ide/ gagasan penulis benar dan terbukti.

Ciri-ciri paragraf argumentatif
F  Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.
F  Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
F  Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
F  Penutup berisi kesimpulan.
Contoh paragraf argumentatif
Akhir-akhir ini tempe sudah tidak lagi menjadi makanan orang-orang pinggiran atau kampung. Betapa tidak, seiring menjamurnya makanan-makanan instan dan modern yang mengandung berbagai bahan pengawet, tempe tetap menjadi makanan tradisional kebanggaan bangsa Indonesia. Terdapat banyak kandungan protein nabati yang tinggi di dalam tempe. Bahkan di Jakarta terdapat rumah makan yang menggunakan menu tempe untuk disajikan dalam berbagai makanan yang lezat. Karena kandungan gizi yang tinggi dan alamiah itulah tempe sudah mulai merambah pasar internasional. Tempe sudah menjadi makanan lokal yang mengglobal di tengah makanan yang hanya nikmat di lidah saja.

Kesimpulan paragraf argumentatif di atas adalah:
Tempe sudah menjadi makanan masyarakat luas yang mampu bersaing dengan makanan lezat lainnya.

Jenis Paragraf Argumentatif
1)      Paragraf argumentatif rincian
Jenis paragraf argumentasi rincian adalah paragraf yang berisi pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa rincian. Misalnya, paragraf argumentasi tentang Jiwa Kepahlawanan.


Contoh:
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan, pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang kehidupan.

1.      Paragraf argumentatif contoh
Paragraf argumentasi contoh adalah paragraf yang berisi pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa contoh sebagai bukti bahwa pendapat penulis benar dan tidak dapat disangkal lagi oleh pembaca. Misalnya, paragraf argumentatif tentang Bahan Bakar Alternatif.

Contoh:
Setelah manusia mulai menyadari dampak penggunaan bahan bakar fosil yang dapat membahayakan, manusia mulai berpikir untuk mencari bahan bakar alternatif. Tetapi, apakah bahan bakar alternatif lain yang diusulkan ini dapat efektif? Kita ambil contoh, bioetanol yang berasal dari jagung. Jika kita menggunakan etanol dari jagung, maka diperlukan berapa juta hektar lahan jagung untuk memenuhi kebutuhan manusia? Itu akan mengakibatkan dampak lain yaitu berkurangnya lahan tempat tinggal dan lahan hutan. Orang akan membuka hutan dan menjadikannya lahan jagung. Tentunya itu merusak lingkungan bukan?

2.      Paragraf argumentatif sebab-akibat
Paragraf argumentatif sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut. Contoh paragraf argumentatif tentang Kegagalan Panen.

Contoh:
Musim kemarau tahun ini sangat panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan tanahnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika panen di desa ini selalu gagal. Hal ini diakibatkan karena pohon-pohon dihutan tersebut ditebang secara liar oleh masyarakat setempat.

3.      Paragraf argumentatif akibat sebab
Paragraf argumentatif sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu akibatnya, kemudian dicari penyebabnya. Contoh paragraf argumentatif akibat sebab tentang Udara Kotor.

Contoh:
Udara di kota-kota industri sangat kotor dengan banyaknya asap hitam hasil pembakaran di pabrik-pabrik. Udara semakin panas sehingga menyebabkan berbagai dampak lingkungan hidup. Es di Kutub Selatan dan di Greenland mulai mencair. Itulah berbagai akibat yang terjadi karena eksploitasi besar-besaran minyak bumi.

Menyusun Kerangka Karangan
Kerangka karangan adalah garis besar dari hal-hal yang hendak ditulis. Dengan kerangka, penulis dimudahkan untuk menuangkan ide secara sistematis, terarah, dan kemungkinan mendapatkan kelengkapan materi. Langkah-langkah proses penulisan pada akhirnya tetap sama-sama membuat kerangka tulisan baik yang konvensional maupun gaya bebas. Perbedaannya gaya konvensional membuat kerangka dulu baru dikembangkan dalam bentuk kalimat dan paragraf. Sedangkan gaya bebas, menulis dulu apa saja yang diketahui dan mengalir saja, baru setelah semua tertulis, kemudian ditentukan inti kalimatnya dan diurutkan sehingga menjadi kerangka.

Perhatikan contoh kerangka karangan tentang Perjuangan Seorang Ibu berikut!
Topik                     : Perjuangan
Subtopik              : Perjuangan seorang ibu

Kerangka karangan
Kerangka karangan
1.       Sejak dalam kandungan
2.       Pemeliharaan sejak bayi sampai besar
3.       Memberikan kasih sayang
4.       Memberikan perhatian dan kasih sayang
1.       Perjuangan tiada henti
2.       Memberikan kehidupan
3.       Perjuangan pemeliharaan
4.       Terus memberikan kasih sayang

Pengembangan kerangka karangan:
Perjuangan ibu tampaknya perjuangan yang tiada henti. Sejak kita di dalam kandungan, ibu telah memberikan kehidupan untuk kita sampai melahirkan. Perjuangan itu disambung dengan pemeliharaannya terhadap kita dengan tulus saat kita bayi, anak-anak, hingga masuk dunia pendidikan. Akankah kasih sayang itu berakhir? Tidak. Ibu terus memberikan kasih sayangnya, perhatiannya, dan segala rasa cintanya dengan membimbing kita dalam hidup ini. 

Kata penghubung (konjungsi)
Konjungsi adalah  kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.

Macam-macam konjungsi antarkalimat
1.       Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya.
Contoh konjungsi    : biarpun demikian/ begitu, sekalipun demikian/ begitu, sesungguhnya demikian, begitu, walaupun demikian/ begitu, meskipun demikian/ begitu.
F  Saya tidak suka dengan cara dia berbicara. Walaupun demikian, saya harus tetap menghormatinya.

2.       Konjungsi yang menyatakan lanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya.
Contoh konjungsi    : sesudah itu, setelah itu, dan selanjutnya
F  Untuk hari ini, yang akan saya pelajari pertama  adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah itu, saya akan belajar Matematika

3.       Konjungsi yang menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya.
Contoh konjungsi    : tambahan pula, lagi pula, dan selain itu
F  Kami menyambut tahun baru dengan kemeriahan kembang api. Selain itu, suara terompet juga ikut menambah semaraknya suasana tahun baru.

4.       Konjungsi yang menyatakan kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya.
Contoh konjungsi    : sebaliknya
F  Janganlah kita membuang sampah di sungai ini! Sebaliknya, kita harus menjaganya agar tetap bersih untuk mencegah terjadinya banjir

5.       Konjungsi yang menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya.
Contoh konjungsi    : malahan dan bahkan
F  Penduduk di Indonesia banyak yang mengalami masalah ekonomi. Bahkan, ada penduduk yang sampai bunuh diri karena masalah ekonomi tersebut.

6.       Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya
Contoh konjungsi    : namun dan akan tetapi
F  Situasi di desa kami sudah cukup aman setelah terjadi gempa tadi pagi. Akan tetapi, pihak yang berwenang  menyuruh warga agar tetap waspada karena ada kemungkinan terjadinya gempa susulan.

7.       Konjungsi yang menyatakan  konsekuensi
Contoh konjungsi    : dengan demikian
F  Kamu telah terpilih menjadi ketua kelas bulan ini. Dengan demikian, kamu harus menjalani tugasmu dengan sebaik-baiknya.

8.       Konjungsi yang menyatakan akibat
Contoh konjungsi    : oleh karena itu dan oleh sebab itu
F  Aku sudah melarangnya untuk melakukan hal itu. Oleh karena itu, biarkan saja dia merasakan akibatnya.

9.       Konjungsi yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya.
Contoh konjungsi    : sebelum itu
F  Ahmad telah berhasil memecahkan rekornya sendiri dalam ajang SEA Games tahun ini. Sebelum itu, dia juga pernah memecahkan rekor atas namanya sendiri pada ajang SEA Games tiga tahun yang lalu.

10.   Konjungsi yang menyatakan keadaan yang sebenarnya.
Contoh konjungsi    : sesungguhnya dan bahwasanya
F  Temanku mengalami kecelakaan tadi siang. Sesungguhnya, aku sudah mencegahnya untuk tidak mengendarai sepeda motor saat hujan tadi siang.




Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar