Anda Pengunjung Ke

Minggu, 24 Maret 2013

Merangkum Seluruh Isi Informasi Teks Buku Ke Dalam Beberapa Kalimat Dengan Membaca Memindai


Merangkum Seluruh Isi Informasi Teks Buku Ke Dalam Beberapa Kalimat
Dengan Membaca Memindai

Indikator :
1.      Mencatat pokok-pokok isi informasi pada halaman bab tertentu yang dirujuk;
2.      Merangkum seluruh isi informasi (yang diperoleh dari halaman bab tertentu) ke dalam beberapa kalimat.

Kegiatan membaca cepat sangat bermanfaat untuk memperoleh informasi secara cepat. Membaca memindai merupakan cara membaca yang dilakukan terhadap sebanyak-banyaknya teks dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Teknik ini cocok dilakukan ketika menghadapi teks yang sangat banyak, tetapi dalam waktu yang sangat sempit. Teknik membaca ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman umum dari suatu bacaan.

Langkah-langkah membaca memindai dalam bentuk buku, yaitu:
  1. menyurvei halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dan indeks buku;
  2. membaca halaman demi halaman teks dengan cepat untuk menemukan gagasan pokok dari halaman-halaman buku itu;
  3. melirik setiap halam buku hanya untuk  menemukan kata atau keterangan tertentu yang diinginkan.

Apabila teks yang akan dibaca itu berupa buku, hal yang dilakukan adalah sbb:
  1. menelusuri daftar isi, untuk mendapatkan keseluruhan organisasi buku;
  2. membaca pengantar, untuk mengetahui permasalahan utama yang dibahas buku itu;
  3. melihat-lihat tabel, grafik, gambar, dan lain-lain, untuk mendapat kejelasan dan mempercepat pemahaman tentang buku itu;
  4. menelusuri indeks, untuk mendapatkan kata-kata kunci yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan.

Membaca memindai/ tatap (scanning)
Membaca tatap (scanning) atau disebut juga membaca memindai adalah membaca sangat cepat. Scanning atau membaca memindai berarti mencari informasi spesifik secara cepat dan akurat. Memindai artinya terbang di atas halaman-halaman buku. Membaca dengan teknik memindai artinya menyapu halaman buku untuk menemukan sesuatu yang diperlukan.
Scanning berkaitan dengan menggerakan mata secara cepat ke seluruh bagian halaman tertentu untuk mencari kata, kemudian ketika sampai pada bagian yang dibutuhkan, gerakan mata berhenti, tanpa melihat kata yang lain. Membaca scanning/ memindai misalnya membaca mencari arti kata di kamus, membaca acara siaran di televisi, membaca daftar perjalanan, mencari nomor telepon di buku telepon, membaca daftar menu makan di rumah makan, membaca jadwal pelajaran, mencari pada papan pengumuman, mencari topik pada daftar isi sebuah buku, membaca tabel dll.

A.     Membaca skimming (layap)
Membaca skimming adalah membaca yang bertujuan mencari gagasan pokok atau hal-hal penting dari bacaan secara cepat. Skimming juga dapat diartikan sebagai keterampilan membaca yang diatur untuk mendapatkan hasil yang efisien. Jadi, membaca skimming adalah membaca sekilas atau membaca cepat untuk mendapatkan suatu informasi dari yang kita baca. Skimming dilakukan untuk melakukan pembacaan cepat secara umum dalam suatu bahan bacaan. Dalam skimming, proses membaca dilakukan secara melompat-lompat dengan melihat pokok-pokok pikiran utama dalam bahan bacaan sambil memahami tema besarnya.

Membaca memindai sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai teknik. Salah satu teknik yang dianggap populer adalah SQ3R. Teknik ini diperkenalkan oleh Francis P. Robinson tahun 1941. teknik SQ3R dillakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
F Langkah 1: S-Survei
Survei atau prabaca dilakukan dengan melihat seluruh organisasi bacaan secara cepat. Tujuannya untuk mendapat kesan umum atau untuk memperoleh  hal-hal menarik dari bacaan itu.
F langkah 2: Q-Question
Pada saat melakukan survei, ajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang bacaan itu. Gunakan 5W + 1H. Dengan adanya berbagai pertanyaan itu, cara kita pun menjadi lebih aktif dan lebih mudah menangkap yang ada daripada hanya dengan asal membaca.
F Langkah 3: R-Read
Baca tulisan itu bagian demi bagian. Bersama dengan itu, carilah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan. Konsentrasikan perhatian kita pada bagian bacaan yang dianggap sebagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu. Perlambatlah kecepatan membaca pada bagian yang dianggap penting atau sulit. Percepatlah proses membaca pada bagian-bagian yang tidak penting atau yang telah diketahui maksudnya.
F Langkah 4: R-Recite
Setiap selesai membaca suatu bagian, berhentilah sejenak. Kemudian, cobalah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan atau merenungkan hal-hal penting dari setiap bagiannya. Pada kesempatan yang sama, kita dapat juga membuat catatan seperlunya. Jika masih mengalami kesulitan, ulangi membaca bagian itu sekali lagi.
F Langkah 5: R-Review
Setelah selesai keseluruhan dari apa yang harus dibaca, ulangi untuk menelusuri kembali judul-judul serta subjudul  atau bagian-bagian penting lainnya dengan menemukan pokok-pokok penting yang perlu diingat kembali. Selain membantu daya ingat dan memperjelas pemahaman, membaca ulang juga bermanfaat untuk mendapatkan hal-hal penting yang barangkali kita lewati sebelumnya.

Tahap susunan pertanyaan (question) adalah memunculkan berbagai pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam wacana itu sendiri.
Tahap baca (read) adalah membaca yang berfungsi mencari jawaban atas pertanyaan yang sudah dibuat oleh pembaca.
Tahap ceritakan kembali (recite) adalah memahami dan mendalami makna pokok pikiran bahan bacaan tersebut,
Sedangkan tahap kaji ulang (review) adalah mengulangi dan mengingat-ingat isi bacaan secara ringkas untuk memperoleh penguasaan secara bulat

Rangkuman sering pula disebut dengan ikhtisar, yakni penyajian singkat dari suatu karangan. Akan tetapi, rangkuman lebih identik dengan ringkasan untuk karangan yang lebih panjang, misalnya berupa buku. Ide-ide pokok yang tersebar dalam banyak bab atau beberapa buku, disatukan ke dalam satu bentuk karangan ringkas. Adapun ikhtisar merupakan ringkasan untuk karangan-karangan singkat, misalnya untuk satu atau dua bab.
Dengan demikian, merangkum merupakan kegiatan menyingkat bacaan dengan tetap mempertahankan urutan isinya. Merangkum mengandung arti mengambil inti karangan. Jenis ini dilakukan dengan cara mengambil inti/ pokok-pokok informasi dalam karangan, lalu menyusunnya kembali menjadi lebih pendek dengan kata-kata dan kalimat yang dirangkai sendiri oleh penyusunnya. Manfaat merangkum  merupakan sarana untuk mengingat isi buku atau uraian yang sangat panjang. Rangkuman memuat ide-ide pokok yang mewakili setiap bagian bacaan aslinya. Dengan membaca rangkuman, anda seakan-akan memahami keseluruhan buku tersebut secara utuh.

Namun, untuk melakukan hal itu seseorang perlu mengetahui struktur isi buku, yaitu sebagai berikut:
1.      setiap buku membahas satu topik utama;
2.      topik utama tersebut dipecah-pecah menjadi topik bagian dan setiap topik bagian dibahas dalam satu bab;
3.      setiap bab masih dibagi-bagi lagi menjadi anak bab/ sub-bab;
4.      setiap anak bab dapat dibagi menjadi sub anak bab/ sub-subbab;
5.      sub anak bab disusun oleh paragraf-paragraf;
6.      masing-masing paragraf membahas satu pikiran utama dan didukung oleh beberapa pikiran penjelas.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat ringkasan atau rangkuman dalam bentuk buku, yakni sebagai berikut:
1.      Membaca naskah aslinya
Sebelum merangkum, kita harus membaca teks bacaan seluruhnya untuk mengetahui kesan umum, terutama maksud penulis dan sudut pandangannya.
2.      Mencatat gagasan utama
Mencari gagasan utama dalam setiap paragraf. Atau, mencari informasi pokok dalam setiap paragraf.
3.      Membuat reproduksi
Setelah melalui kedua tahap tersebut, barulah kita menyusun kembali bacaan tersebut dalam suatu karangan singkat berdasarkan gagasan utama yang telah dicatat. Menyusun kembali gagasan utama dengan memperhatikan kata penghubung antarkalimat yang tepat. Selain itu, gagasan utama tersebut disusun secara urut.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar